Kenny G, Masih Prima dan Menghibur

Sejak memulai debut profesionalnya sebagai pemain Saksofon pada usia 17 tahun, Kenneth Gorelick yang lahir di Seattle dan lebih dikenal dengan nama Kenny G perlahan, tapi pasti terus menarik perhatian. Namanya tak hanya dikenal Amerika, tetapi meluas ke luar Amerika dan mendunia.

Di Indonesia, nama Kenny G pun dikenal dan tak jarang “diagungkan”. Tak heran, bila Kenny G pun merasa sangat betah dan tak bosan untuk tampil di Indonesia.

“Saya ingin menjaga koneksi dengan orang-orang yang menyukai musik saya. Bagi saya ini penting untuk membuat konser lagi di Indonesia agar hubungan dengan pecinta musik saya semakin kuat. Saya sudah sangat lama menunggy kesempatan ini. Terakhir kali saya ke Indonesia 2015 waktu Prambanan Music Festival,” ungkap Kenny G sehari menjelang konser. Menurutnya, setidaknya sudah sekitar 7 kali dirinya ke Indonesia dan tampil sepanjang karirnya bermusik.

Hari Selasa 6 November 2018, Kenny G kembali datang dan tampil di Indonesia untuk mengadakan konser yang bertajuk ‘One Night Only Kenny G’ yang digelar di The Kasablanka, Mall Casablanka, Jakarta Selatan.

Kenny G membuka konser tersebut sekitar pukul 20.15 WIB dan langsung menyedot perhatian penonton yang sebelumnya sudah “dipanaskan” opening act dari musisi Ardhito Pramono, lantaran Kenny G muncul dari deretan kursi penonton paling belakang dan langsung sambil beraksi meniup saksofon dengan berjalan perlahan menuju panggung.

riff

Kenny G memainkan lagu Sentimental dilanjutkan Forever In Love dengan tiupan saksofon yang membutuhkan napas panjang dan ini dilalui Kenny G dengan mulus. Teriakan dan tepuk tangan penonton yang memenuhi The Kasablanka pun sontak mengiringi permainan sang Saksofonis.

Setelah membuka konser dengan tiupan saksofon, Kenny G coba mendekatkan dirinya dengan penonton lewat sapaan-sapaan berbahasa Indonesia yang mengundang senyum, tawa, dan tepuk tangan. Kemudian, ia pun kembali memainkan saksofonnya dengan membawakan tembang-tembang instrumental seperti Songbird, Havana, The Moment, Silhouette
hingga My Heart Will Go On.

Di sela-sela permainannya, para musisi pendukung bergantian tampil “mengisi” saat Kenny G rehat sejenak. Mulai dari permainan perkusi hingga bass.

‘One Night Only Kenny G’ menjadi pembuktian bahwa di usianya yang memasuki 62 tahun, Kenny G masih tetap prima dan mampu menghibur penggemar. Tak heran, saat lampu di sekitar panggung padam perlahan pun sebagian besar penonton masih enggan keluar arena konser sembari berharap bahwa pertunjukkan belum usai walaupun sudah lebih dari dua jam Kenny G beraksi.

Share this:

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 MUSICREVIEWDOTCOM | Listening • Playing • Performing • Recording

About Us | Advertisement | Contact Us