Asosiasi Music Director Indonesia (AMDI)

Info

Wadah Komunikasi Para MD Indonesia

Garis hidup sesorang itu tidak ada pernah tahu pasti. Gumilang AR, kuliah dan lulus sebagai sarjana Akuntansi Perbankan STIE Perbanas, kini bekerja di tempat yang tidak berhubungan dengan latar belakang pendidikannya, tapi justru karena hobinya pada musik. Kini ia bekerja sebagai Music Director (MD) di Radio Mustang Jakarta. Sejak tahun 2011, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua AMDI (Asosiasi Music Director Indonesia), perkumpulan para MD seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitara 300 orang. Di temui MusicReview, Gilang panggilan akrab pria yang mudah akrab dengan siapapun ini, berbincang seputar organisasi AMDI. Berikut petikan wawancaranya.

Bisa ceritakan tentang Asosiasi Music Director Indonesia (AMDI)?

AMDI didirikan pada 21 Februari 2007 yang merupakan perkumpulan para Music Director (MD) seluruh Indonesia. Tujuan didirikannya sebagai sarana atau wadah saling tukar informasi dan komunikasi antar MD. Misalnya, tukar menukar informasi seputar kendala yang MD pernah alami berhubungan dengan artis atau dengan pihak Label. Atau juga tukar-menukar informasi seputar materi karena mungkin ada beberapa MD yang sudah mendapatkan materi duluan, tapi ada juga MD yang belum mendapatkan materi. Ini ada materi bagus nih, udah ada belum? Nah, wadahnya di AMDI ini

Apa  saja program kerja AMDI?

Garis besar program kerja AMDI adalah memajukan musik Indonesia. Kadang banyak teman-teman di Label gak tahu harus dibawa kemana materinya atau musiknya, nah mereka biasanya menghubungi AMDI. Lalu AMDI akan menyebarkan materi tersebut ke para anggotanya di seluruh Indonesia. Lalu para MD ini nantinya akan memberikan feed back.

Bagaimana peran AMDI dalam memberantas pembajakan lagu-lagu yang saat ini sudah  parah?

Kita bersama Label sudah sering membahas hal tersebut. Bahkan pertemuan tahun lalu, persoalan pembajakan ini menjadi bahasan utama AMDI dan para Label, lalu kita carikan solusinya. Kalau misalnya MD itu mendapatkan suatu materi lagu dari internet yang tidak sah, pasti mereka akan tanya ke teman-teman MD yang lain. Materi lagu ini udah beres belum, koq di daerah sini udah ada? Atau di sini banyak materi-materi bajakan, lalu di-download dari internet. Nah, biasanya hal tersebut kita antisipasi dan minimalkan. Materinya kita jaga, lalu kita berikan materi aslinya agar kualitas audionya sama atau seragam.

 AMDI sendiri pernah membuat standar  buat para anggotanya?

Program seperti itu biasanya dibahas pada saat gathering antar MD, yang acaranya kita namakan National Radio Day (NRD). Nah, di situ biasanya AMDI memberikan arahan dan menekankan apa itu visi-misi seorang MD. Karena biasanya kan dalam acara tersebut banyak MD-MD yang baru gabung, atau ada juga yang baru jadi MD. Jadi masih banyak yang belum tahu. Nah, di situlah kita menyampaikan ini lho tugas seorang MD. MD itu menjadi jembatan antara seorang Programmer Director (PD), Label, atau Artis. Jadi posisi MD ini bisa dibilang berat juga tapi harus bisa dibawa enjoy. Karena MD itu kan harus bisa berhubungan dengan banyak orang.

Misalnya, seorang PD itu menyampaikan ke MD bahwa materi program radio ini ke depannya akan begini-begini. Nah, MD ini kan tugasnya memantau dan biasanya dia yang paling tahu perkembangan terbaru dari musik-musik yang sedang happening (hits). Meskipun posisi MD di sebuah stasiun radio itu di bawah PD, dia harus bisa memberikan masukan kepada PD bahwa untuk materi program tersebut yang bagus itu materinya ini lho. Secara khusus, AMDI belum pernah membuat semacam standar atau sertifikasi untuk menjadi MD yang baik

Seberapa besar peran MD dalam menentukan  sebuah lagu menjadi top hits?

Peran MD bisa “sangat menentukan” apakah sebuah lagu itu bisa menjadi hits atau tidak. Bahkan MD bisa men-drive seorang artis itu menjadi terkenal. Namun demikian, dalam menentukan hits-tidaknya sebuah lagu, seorang MD tetap harus menjaga independensinya, dan tidak bisa diatur oleh pihak-pihak tertentu. Semuanya harus berdasarkan hasil riset MD itu sendiri.

 Bagaimana posisi dan peran MD dalam perkembangan penyiaran digital nantinya?

Memang teknologi digital ini akan memudahkan seseorang dalam menyusun playlist materi siaran. Peran MD secara khusus nantinya mungkin akan bergeser dan cukup dirangkap oleh satu orang, misalnya oleh PD. Namun demikian, tugas seorang MD sebenarnya kan bukan hanya menyusun playlist materi siaran, dia juga harus tahu perkembangan dan tren musik itu sendiri.

 Apa saja harapan AMDI ke depannya dan kendala yang masih dirasakan hingga saat ini?

Kita berharap ke depannya musik Indonesia itu kembali seperti dulu lagi, Penjualan secara fisik itu bisa bagus kembali. Karena bentuk fisik itu kan bisa dianggap sebuah penghargaan kepada para musisi atau penyanyi itu sendiri. Memang kita bisa men-download lagunya, tapi kita tak bisa mengkoleksi fisiknya, apakah itu menjadi sebuah kenang-kenangan atau sebagai bukti hasil kerja kita. Mengenai kendala sih, Alhamdulillah ya tidak terlalu besar. Hanya memang terkadang teman-teman MD di daerah kesulitan untuk memperoleh materi dari Label tertentu, atau Label sendiri tidak tahu siapa MD-nya.

Share this:
© 2015 MUSICREVIEWDOTCOM | Listening • Playing • Performing • Recording

About Us | Advertisement | Contact Us