Tiga Mimpi Seorang Aboy

April 29, 1985 / Magelang

Info

“Saya adalah seorang pemimpi, tetapi saya bukan hanya pemimpi, saya bangun dari tidur saya dan berusaha mewujudkan mimpi itu”. Aboy hanya orang biasa yang memiliki mimpi yang besar, dan untuk mimpi itu pada tahun 2008 Aboy memberanikan diri ke sebuah kota yang sangat asing buat aboy, kota di mana semua orang bermimpi untuk kehidupan yang lebih baik, dan tak banyak juga yang memiliki mimpi yang sama seperti Aboy.

Mengawali karir sebagai seorang kurir di sebuah perusahaan rekaman baru, mengantarkan data album dari studio satu ke studio yang lain, tetapi dis itulah cerita hidup Aboy dimulai. Dan setelah beberapa lama bekerja kemudian mendapatkan promosi bekerja sebagai seorang radio promotion di perusahaan tersebut, itu membuat Aboy belajar banyak hal yang tidak pernah Aboy pelajari sebelumnya. Tidak cukup di situ, Aboy pernah menjadi seorang pengamen, ojek, supir pribadi, crew, sampai backing vocal salah satu artis legendaris idola Aboy ANDRE HEHANUSSA.

Dan mulai menulis lagu untuk beberapa penyanyi, serta di percaya untuk menjadi produser beberapa album serta single beberapa penyanyi. Enam tahun sudah Aboy lewati, bekerja keras untuk sebuah mimpi, mewujudkan sebuah mimpi, dan selalu percaya bahwa mimpi itu akan menjadi nyata. Dan di kota inilah segala sesuatu di mulai. Di sini Aboy mengaku belajar dua hal. “Saat kita bisa menghargai diri kita sendiri, saat itu potensi terbesar kita akan muncul.

Hargai diri kita, karya kita, dan apa yang kita buat. Mungkin kita belum menjadi yang terbaik. Tapi jangan lupa selalu memberikan yang terbaik yang kita bisa. Dan saat kemauanmu melebihi kemampuanmu, percayalah kamu pasti akan menemukan jalan,” ungkapnya. Tak jarang, saat meniti karirnya di dunia musik, Aboy kerap menemukan kendala. “Kendalanya mungkin lebih ke diri sendiri sih, terkadang kita mengalami jalan buntu, nggak tau mesti melakukan apa lagi, harus bagaimana lagi.

Terkadang keadaan-keadaan seperti itu muncul, apa lagi jujur kita melihat industri musik sedang lesu, terlebih untuk musisi yang sedang merintis seperti saya sangatlah tidak bersahabat. Tetapi, di sini saya berusaha untuk menyadarkan diri sendiri dan lebih ulet lagi, saya menyebutnya kondisi sulit ini sebagai penyaringan musisi,” ujar pria kelahiran Magelang, 29 April 1985. Aboy menambahkan bahwa kondisi ini akan memperjelas motivasi seseorang dalam bermusik, apakah hanya untuk ketenaran, atau benar-benar berkarya. Seseorang yang hanya mencari ketenaran pada saat kondisi tidak menguntungkan dia akan keluar dari musik itu sendiri.

Harapan dan Obsesi

Saat ini, Aboy telah menghasilkan beberapa karya lagu yang telah dinyanyikan beberapa penyanyi baru, salah satunya Aldisyah, Josheff Duo, D’jolies, Citra Kriyona, dan beberapa penyanyi lainnya. Untuk album sendiri, saat ini ia tengah fokus menyelesaikan album pribadinya berjudul #bluenote, setelah tahun kemarin keluarin single yang berjudul “Cinta Tak Seperti Kupu-Kupu”. Selain itu, ia pun masih tetap menulis lagu untuk beberapa penyanyi. Ketika ditanyakan mengenai haraan dan obsesinya, Aboy menyatakan ia memiliki tiga buah mimpi. “Pertama, saya ingin menjadi penyanyi profesional, kedua saya ingin menjadi produser juga, dan yang mimpi terliar saya yaitu, saya ingin punya kantor label musik sendiri, dan mengorbitkan penyanyi-penyanyi yang memberikan dampak dan inspirasi buat banyak orang dengan talenta mereka,” ujarnya.

Nama : Aboy DC
Lahir : Magelang, 29 April 1985
Penyanyi Favorit : Rio Febrian, Rossa, Andre Hehanussa, Slank, Gigi, D’Masive, Baby Face, Brian Mc Knight, Guy Sebastian, Glenn Fredly.

Share this:
© 2015 MUSICREVIEWDOTCOM | Listening • Playing • Performing • Recording

About Us | Advertisement | Contact Us